Meski malam ini pertemuan kita hanya sesaat, itu sudah cukup bagiku untuk menghilangkan rasa rindu yang menyesakkan dada. Meski pertemuan ini hanya sesaat namun aku cukup merasa bahagia karena aku bisa melihat senyum manismu yang keluar dari bibirmu yang merah merekah–gombal.

Pertemuan sesaat selalu membuat aku penasaran. Ingin rasanya berlama-lama denganmu dimalam ini, namun aku tak kuasa karena ibuku segera mengajak aku menemaninya ke pasar.. alamak..

Awan gelap menyelimuti desaku. Angin bertiup kencang hingga menumbangkan beberapa pohon pisang dibelakang rumah. Pohon manggapun tak luput dari terjangan angin besar ini. Beberapa dahannya patah. Jatuh ke tanah berselimutkan sedih.

Untung ,mangga belum berbuah. kalau udah buah khan eman-eman….

Meski kau tak lagi ada dalam hari-hariku, namun kenangan manis yang tlah kita lalui bersama tak mungkin dapat aku hapus dari memori ini. Tidak mudah untuk melupakan semuanya. Jangan pisyahkan aku dengan dia. Itu pintaku dulu pada-Nya.

Meski kini kamu tlah pergi dari kehidupanku dan aku sudah merelakannya, namun aku tak mampu mencari penggantimu.

Jujur aku menunggumu siang ini. Persih dibawah pohon mangga disebelah rumah janda muda
Tapi kau tak jua kunjung datang
Aku gelisah
Dua gelas air aqua tlah aku teguk bersama derasnya keringat
Tapi…………

Ku buka handphone
Baca komentar di facebook
Sedikit blog walking
Menunggu menghilangkan ketegangan
Tapi………….

Masih dibawah pohon mangga disamping rumah janda muda
Kau tak jua tiba
SMS tak juga datang
Aku memutuskan….

Kau Gombal…!!!!

Supporting Mengembalikan jati diri bangsa

Dinda.. Dimana sekarang kau berada? Aku telah mencarimu sejauh yang aku mampu. Tapi hingga kini aku tak jua temukanmu. Aku malah khawatir kamu berangkat jadi TKI ke Malaysia. Aku sangat cemas. Cemas sekali. Takut ada apa-apa denganmu. Jujur kamu cantik. So pasti banyak pria yang melirik kepadamu.

Dinda… di manakah kau berada
Rindu aku ingin jumpa
Meski lewat nada
Kau dengarkan segenap rasa tertumpah
Mengalun dalam gitaku
Ngelangutkan jiwa

Melangkah dari bayangan
Kala aku pulang
Terkenang kisah kita bersama
Mengingat jalan yang panjang
Pernah kita tempuh
Namun badai memisahkan

Dinda… di manakah kau berada
Rindu aku ingin jumpa
Meski lewat nada
Kau dengarkan segenap rasa tertumpah
Mengalun dalam gitaku
Ngelangutkan jiwa

Berkhayal tentang dirimu
Telahkah berubah
Sekian waktu jauh dariku
Mereka-reka rencana
Apa kan kita buat
Bila ada perjumpaan

Dinda… di manakah kau berada
Biar kita isi malam
Menangis tertawa
Dan sampaikan kepada langit dan bintang
Sebentuk cinta yang ada
‘Kan tetap terjaga

Denting dawai-dawai gitarku memanggil…

Dinda… di manakah kau berada
Rindu aku ingin jumpa
Meski lewat nada
Kau dengarkan segenap rasa tertumpah
Mengalun dalam gitaku
Ngelangutkan jiwa

Tapi yasud..kalau benar dirimu jadi TKI, kl gajian jangan lupa kirimin aku ringgit yach… Maklum pengangguran..heheheh